BANJARBARU,Teladankalimantan.com-Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin mengapresiasi jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel atas inisiatif menghadirkan fasilitas Safety Driving Center sebagai upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas di daerah.
Menurut H Muhidin, kehadiran fasilitas tersebut merupakan langkah strategis sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berbudaya dan berakhlak.
“Pemprov Kalsel tentu mendukung langkah penguatan keselamatan lalu lintas ini sebagai bagian dari pembangunan daerah, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” kata H Muhidin, di Banjarbaru, Rabu (08/04/2026).
Dia menegaskan, keselamatan lalu lintas merupakan isu penting berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan data Korlantas Polri tahun 2024, sekitar 95 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor manusia.
“Oleh sebab itu, pendekatan edukasi dan perubahan perilaku pengguna jalan menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan,” terangnya.
Gubernur juga menilai, Safety Driving Center tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan berkendara, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter, disiplin serta kesadaran berlalu lintas bagi masyarakat.
“Kehadiran pusat keselamatan berkendara ini menjadi sarana pembelajaran terintegrasi, baik dari sisi teori, praktik, simulasi, sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang utuh,” jelasnya.
H Muhidin mengajak, seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, komunitas hingga masyarakat umum untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal agar edukasi keselamatan dapat menjangkau lebih luas.
Ke depan, dia berharap, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dunia pendidikan dan para pemangku kepentingan terus diperkuat guna menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di Kalsel.
“Fasilitas ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya disiplin, tanggung jawab dan kepedulian di jalan raya,” demikian pungkasnya.(red/MC Kalsel/Rns)

























