BAUBAU, teladankalimantan.com – Gegara kesal speaker aktif miliknya hendak dijual, seorang pemuda di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) tega melemparkan bom molotov ke ayahnya.
Nahas, dua bocah empat tahun yang berada di samping ayahnya terkena api dari bom molotov hingga kulitnya melepuh hampir di sekujur tubuhnya. Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Bukit Wolio Indah, Kota Baubau.
Kedua korban merupakan sepupu bernama Kalia Salsabila Ode (4) dan Rendi Ode (4). Mereka terkena api dari ledakan bom molotov yang dilemparkan oleh Randi Ode (22), yang juga kakak dari Rendi Ode.
Pelaku yang saat itu kesal karena speaker aktif miliknya hendak dijual oleh ayahnya. Ia marah dan mengambil botol berisi bensin yang diberi sumbu, kemudian bakar dan di lempat ke arah ayahnya.
Sementara sang ayah yang menjadi target pelaku mengalami luka bakar pada kaki kanannya.
Kedua orangtua korban hanya bisa merawat korban di rumahnya karena tidak memiliki biaya untuk ke rumah sakit. Sementara luka bakar serius yang dialami korban perlu perawatan medis.
Menurut paman pelaku, Jafar Ode, peristiwa itu terjadi pada 27 Februari 2024. Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka bakar serius untuk mendapatkan penanganan awal.
Namun, karena tidak punya biaya, korban dipulangkan ke rumah. Orangtua kedua korban terpaksa membawa pulang kedua bocah tersebut ke rumah masing-masing dengan perawatan seadanya.
Para orangtua korban berharap mendapat bantuan dari pemerintah atau dermawan agar kedua bocah tersebut mendapatkan perawatan medis yang layak di rumah sakit.
Sementara pelaku yang sudah melarikan diri masih sempat mengancam akan menyengsarakan ayahnya. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Baubau pasca kejadian. Namun, hingga kini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian terkait keberadaan pelaku. (red/ist)














