JAKARTA, teladankalimantan.com- Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD memiliki strategi jitu untuk membebaskan nelayan dari beban utang.
Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Chico Hakim.
Menurut Cicho strategi yang dimiliki Ganjar-Mahfud sangat terperinci. Upaya menghapuskan utang nelayan sudah terintegrasi dalam program ekonomi biru ala Ganjar-Mahfud.
Ekonomi biru, dijelaskan Chico, bertujuan untuk memaksimalkan kontribusi sektor laut terhadap pertumbuhan ekonomi sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Spirit dari pengembangan ekonomi biru ini tentu utamanya juga untuk mengangkat harkat kehidupan para nelayan,” ujar Chico kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/12/2023).
Chico menambahkan, untuk memaksimalkan potensi ekonomi biru akan dilakukan dengan sejumlah cara, seperti meningkatkan produksi perikanan budi daya, membangun industri pengolahan hasil perikanan, menyeimbangkan sentra-sentra perikanan, dan meningkatkan regulasi.
Ganjar-Mahfud juga akan menyediakan insentif dan stimulus beragam, termasuk pendampingan dan pelatihan rutin untuk nelayan. “Dan pemberian bantuan alat tangkap atau solar subsidi, serta pemutihan kredit macet para nelayan,” katanya.
Bantuan untuk nelayan, menurut Chico, dapat terlaksana lebih baik jika pendataan diperbaiki terlebih dahulu, sehingga bantuan dapat lebih tepat sasaran.
“Pemudahan dalam pendataan yang cukup dengan KTP sehingga bantuan dan lainnya bisa didapat tepat sasaran. Bila kesejahteraan nelayan dijamin, insyaallah tidak perlu berutang,” tutur Chico.
Chico menambahkan, Ganjar-Mahfud juga berencana membangun infrastruktur pendukung di laut, seperti pasar apung dan rumah sakit apung, guna memudahkan nelayan beraktivitas dalam jangka waktu yang lebih lama.
“Sehingga dapat meningkatkan jumlah hasil tangkap dan berefek langsung ke pendapatan,” tuturnya.
Ganjar sebelumnya sempat mengutarakan janji untuk menghapus utang nelayan dalam acara Food & Agriculture Summit III di IPB International Convention Center Bogor, Jawa Barat, Selasa 19 Desember 2023.
Pada kesempatan itu, Ganjar menyatakan bahwa sekitar 8,25% dari total kredit macet di Indonesia berasal dari sektor perikanan.
“Jumlahnya tidak banyak, sekitar Rp 186 miliar. Maka sangat mungkin, kredit nelayan yang macet itu kita hapuskan saja. Setelah itu (utang dihapus), kita bina dan dampingi mereka,” kata Ganjar.
Mantan Gubenur Jawa Tengah menambahkan, agar tidak ada kesalahan dalam pendistribusian bantuan, data kelompok nelayan harus dimasukkan ke dalam pangkalan data nasional.
“Kalau data kita beres, tidak sulit dilakukan tindakan afirmatif. Maka, saya komitmen untuk urusan Satu Data Indonesia biar Ganjar yang bereskan. KTP sakti adalah solusinya,” ujarnya.
Ganjar-Mahfud terlihat sangat memperhatikan kelompok nelayan. Dalam beberapa pekan terakhir, Ganjar secara rutin mengunjungi kampung-kampung nelayan di berbagai daerah.
Baru-baru ini, Ganjar bertemu dengan nelayan dan pembudidaya ikan di Indramayu, Jawa Barat. Demikian pula, Mahfud juga terlibat dalam diskusi dan makan bersama dengan kelompok nelayan di Marunda Kepu, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), pekan lalu.
Kehidupan kelompok nelayan akan diperbaiki jika Ganjar-Mahfud memenangi Pilpres 2024, begitu janji yang diungkapkan Mahfud. (red/ist)














