Teladankalimantan.com—Akibat efek polusi buruk di Jakarta, Presiden Jokowi menderita batuk selama empat minggu.
Oleh karena itu, Jokowi mengajak para menteri untuk mencari solusi atas masalah polusi di Jakarta dalam waktu dekat.
“Presiden sendiri sudah batuk katanya hampir empat minggu. Beliau belum pernah merasakan seperti ini,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, di Istana Kepresidenan, Jakarta (14/8) seperti dilansir katadata.id.
Penyebab Jokowi menderita batuk karena polusi ibu kota yang buruk. “Dokter menyampaikan, ada kontribusi udara yang tidak sehat dan kualitasnya buruk,” kata Sandiaga.
Oleh karenanya, Presiden meminta langkah konkret penyelesaian polusi udara dalam waktu satu minggu. “Saya sangat sepakat karena hampir tiap hari saya lari di ruang terbuka dan melihat kondisi kualits udara di Jakarta ini semakin tidak sehat,” kata dia.
Sandiaga mengatakan perlu segera langkah tegas pemerintah menyelesaikan masalah polusi, seperti yang pernah dialami Beijing. “Baik dari aspek transportasi, maupun industri,” kata dia.
Sebagian PNS Jakarta Bakal Work From Home untuk Kurangi Polusi Udara Jokowi Panggil Sejumlah Menteri Bahas Polusi Udara Jakarta Salah satu solusi yang dibahas dalam ratas yakni rencana memberlakukan kebijakan sistem hybrid working di DKI Jakarta.
Menurutnya, hal tersebut merupakan strategi jangka pendek untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota.
Jokowi memberi sinyal total pekerja yang bekerja dari rumah berkisar 25% sampai 75%. Namun Kepala Negara menyatakan besaran pekerja yang bekerja dari rumah akan ditentukan dalam rapat terbatas selanjutnya.
Sementara itu, Pemerintah Akan Terapkan 4 in 1 untuk Atasi Polusi Udara Jakarta. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana merevisi kebijakan 3 in 1 dan akan menerapkannya kembali menjadi 4 in 1 untuk mengatasi polusi Jakarta.
Artinya, setiap mobil yang melewati Jakarta wajib memiliki empat penumpang, termasuk supir.
Budi menilai kebijakan tersebut akan mengurangi jumlah mobil di Ibu Kota, khususnya orang-orang yang datang dari kota penyangga DKI Jakarta.
Sebagai informasi, kebijakan 3 in 1 pernah diterapkan di Jakarta, namun dihapus pada Mei 2016. Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan plat nomor ganjil genap untuk sejumlah jalan di ibu kota.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bakar mengatakan penyebab utama polusi udara adalah emisi kendaraan.
Menurutnya, total kendaraan di DKI Jakarta mencapai 24,5 juta pada 2022. Secara rinci, sebanyak 19,2 juta sepeda motor melintas di DKI Jakarta, sedangkan total mobil mencapai 5,3 juta unit. Hal tersebut diperburuk dengan rendahnya persentase kendaraan yang melakukan uji emisi.
Siti mencatat presentasi kendaraan yang telah melalui uji emisi di DKI Jakarta baru mencapai 10%. Di Jakarta Pusat, total kendaraan yang telah melakukan uji emisi hanya 3,86%, sedangkan di Jakarta Utara sekitar 10,69%. (red)














