BANJARBARU,Teladankalimantan.com-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Kalimantan Selatan (DPUPR Kalsel) M Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Bina Marga Robby Cahyadi menyampaikan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses lelang untuk kelanjutan pembangunan Jembatan Pulau Laut melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun, yakni 2026 hingga 2028.
Paket multiyears tersebut, jelas dia, akan mencakup pekerjaan jembatan pendekat dari dua sisi, yakni dari wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.
“Posisinya sudah klarifikasi jaminan pelaksanaan dan masih berproses di pengadaan barang dan jasa. Mudah-mudahan awal Maret setelah Hari Raya kita sudah bisa berkontrak untuk paket multiyears tiga tahun,” ujar Robby di ruang kerjanya, Rabu (18/02/2026).
Untuk Tahun Anggaran 2026, terang dia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemrov Kalsel) mengalokasikan anggaran sebesar Rp750 miliar guna mendukung pembangunan dari kedua sisi, baik Tanah Bumbu maupun Kotabaru.
Sementara itu, sambung dia, total nilai paket multiyear dikelola Pemprov Kalsel selama tiga tahun diperkirakan mencapai sekitar Rp2,25 triliun.
Di sisi lain, sambung ia, pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum juga telah berkontrak untuk pengerjaan bentang tengah jembatan.
“Nilai paket dari pemerintah pusat tersebut mencapai sekitar Rp3 triliun,” tegasnya.
Robby menambahkan, sinergi dan pelaksanaan pekerjaan secara paralel antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek secara keseluruhan.
“Dengan kegiatan multiyears ini dan dukungan dari kementerian untuk bentang tengah, harapannya tahun 2028 nanti pembangunan Jembatan Pulau Laut bisa selesai,” tutupnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk paket pekerjaan tahun 2025 telah selesai tepat pada 18 Februari 2026, setelah mendapatkan tambahan waktu 50 hari.
“Pekerjaan untuk paket tahun anggaran 2025 sudah selesai 100 persen per hari ini. Tambahan waktu yang diberikan telah dimanfaatkan untuk menuntaskan seluruh item pekerjaan,” demikian tutupnya.
DPUPR Kalsel menunjukkan komitmennya dalam merealisasikan pembangunan Jembatan Pulau Laut sebagai salah satu janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel H Muhidin-Hasnuryadi Sulaiman.
Proyek strategis menghubungkan daratan Kalimantan dengan Pulau Laut tersebut kini memasuki tahapan lanjutan setelah paket pekerjaan Tahun Anggaran 2025 dinyatakan rampung 100 persen.
Pembangunan Jembatan Pulau Laut diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperlancar konektivitas logistik serta membuka akses lebih luas bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan Kalsel.(red/MC Kalsel/tgh)



















