MUARA TEWEH – Permasalahan gangguan listrik yang terus berulang di Desa Lemo dan Desa Pendreh kembali menjadi perhatian utama DPRD Barito Utara. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di ruang rapat dewan, Komisi II mengupas tuntas persoalan tersebut bersama PLN Muara Teweh dan pemerintah daerah.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, H. Taufik Nugraha, S.Kom., Kamis (20/11), dan diikuti sejumlah anggota DPRD yang memfokuskan pembahasan pada akar persoalan jaringan distribusi. Forum tersebut menjadi langkah lanjutan setelah serangkaian keluhan warga mengenai padam listrik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam diskusi, DPRD mengemukakan bahwa gangguan listrik di dua desa tersebut bukan lagi persoalan insidental, tetapi telah menunjukkan ketidakstabilan jaringan yang memerlukan penanganan sistematis. Wilayah dengan jalur distribusi panjang, usia jaringan yang menua, serta kondisi medan menjadi faktor yang mendorong perlunya evaluasi menyeluruh.
Pihak PLN memaparkan penanganan yang tengah berjalan, termasuk inspeksi jalur, pengujian beban, dan rencana penggantian sejumlah komponen inti. Upaya tersebut disebut membutuhkan ketelitian tinggi karena letak jaringan yang melewati kawasan dengan karakter geografis bervariasi.
Pemerintah daerah menegaskan perlunya kolaborasi jangka panjang antara PLN dan pemerintah kabupaten untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Listrik dinilai sebagai penopang utama aktivitas warga, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi.
Rapat menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, seperti percepatan pemulihan jaringan, penentuan prioritas jalur yang rawan, serta penyampaian laporan berkala kepada DPRD. Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi warga Desa Lemo dan Pendreh yang selama ini terdampak gangguan.
Melalui dorongan dari DPRD, pemerintah daerah berharap perbaikan yang dilakukan mampu meminimalisir risiko gangguan ulang serta meningkatkan kualitas pelayanan listrik ke depannya. (red)














