BANJARMASIN,teladankalimantan.com- Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Kalimantan Selatan (Sekretaris DPW PPP Kalsel), Arief Rahman Hakim mengatakan, ada dua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP di Kalsel, yakni Kabupaten Balangan dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) sangat berpeluang mengusung kader sendiri di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024.
“Kami bisa mengajukan kader sendiri di pilkada serentak 2024 merupakan kebanggaan bagi PPP,” ujar Sekretaris DPW PPP Kalsel, Arief Rahman Hakim, ketika dihubungi, Jum’at (19/04/2024) malam.
Menurut dia, dari pantauan pihaknya saat ini ada dua kabupaten di Kalsel bisa mengusung kader partai sendiri untuk diajukan sebagai kepala daerah.
“Bagaimanapun target kami adalah, menang dan keinginan partai agar ada kader berkiprah di eksekutif,” ungkapnya.
Kalau melihat dan berkaca dari pemilihan legislatif (pileg) kemarin (14 Februari 2024), ucap dia, sangat berpeluang DPC Kabupaten Balangan dan DPC Barito Kuala (Batola) mengusung kader sendiri.
“Insya Allah DPC PPP Kabupaten Balangan berpeluang mengusung kader sendiri karena perolehan kursi jadi pemenang di sana,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk Kabupaten Balangan pada pileg 2024 mendapatkan enam kursi, sehingga diperkirakan mendapatkan porsi sebagai Ketua DPRD Balangan.
Sedangkan di Kabupaten Batola, jelas dia, perolehan kursi di tahun 2024 hasilnya luar biasa, jika dibandingkan perolehan kursi di tahun 2019.
“Dibawah kepemimpinan H Bahrul Ilmi sebagai Ketua DPC Batola, kami anggap sangat berhasil,” tandasnya.
Dia berharap, hasil pileg tersebut bisa seiring, sejalan dengan harapan pihaknya untuk mengajukan beliau (H Bahrul Ilmi) sebagai calon Bupati Batola.

Dan Insya Allah, tegas dia, dua kabupaten di Kalsel, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Batola sudah menyatakan siap maju di pilkada 2024.
“Untuk Kota Banjarbaru kita masih belum tahu karena belum ada statement resmi dari Ketua DPW PPP Kalsel, bapak H Aditya Mufti Arifin. Jadi kita masih belum tahu, karena kita sekarang tidak hanya Kalsel tapi seluruh provinsi masih menunggu aturan, Juklak dan Juknis,” demikian tutupnya.(red)














