MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Dosen Luar Biasa Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Dr Ahmad Sauqi menyebutkan, Bimtek Literasi Informasi perdana dilaksanakan Disperpusip Batola bisa menjadi role model atau panutan dinas perpustakaan lain.
“Artinya bisa menyelenggarakan Bimtek atau Workshop Literasi Informasi,” ujar salah satu nara sumber Bimtek Literasi Informsi Disperpusip Batola, selepas kegiatan, Kamis (17/04/2025).
Menurut pustakawan ini, salah satu dari enam literasi dasar yang harus dikuasai itu disamping baca tulis, literasi nomerasi, literasi saint, literasi digital menjadi satu peminatan yang harus dikuasai masyarakat.
“Karena dengan adanya era digital ini, tentunya bisa memberikan banyak kemudahan terkait kebutuhan hidup. Salah satunya bagaimana kita memanfaatkan media-media digital itu dalam kehidupan seperti bertransaksi dan mengekpresi diri,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, promosi digital itu seperti di yutube, konten-konten tulisan bisa disajikan di media-media sosial.
Terpisah, Jamilah, salah satu peserta Bimtek Literasi Informasi Angkatan IV Diperpusip Batola mengaku bersyukur ikut kegiatan tersebut karena menambah wawasan bagi dirinya.
“Awalnya kita tidak tahu aplikasi IBatola, hari ini jadi tahu. Alhamdullillah menambah pengalaman dan wawasan,” ungkap pustawan SMAN 1 Mekasari.
Dia berharap, dengan keikutsertaan Bimtek Literasi Informasi dirinya sebagai pustakawan bisa mensosialisasikan ke anak didik di sekolah.
Sementara, As’ari, peserta Bimtek Literasi Informasi Angkatan III mengakui, kegiatan tersebut sangat bagus karena dapat meningkatkan literasi informasi bagi guru.
“Kegiatan ini juga bisa meningkatkan litersi bagi murid SD, siswa SLTP dan SLTA,” jelas guru SDN Jelapat II Kecamatan Mekarsari.(red)















