MARABAHAN, teladankalimantan.com- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala (DKPP Batola) membina 20 kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) ikan.
“20 Poklahsar tersebut terdiri pengolah ikan asin dan krupuk. Khusus untuk krupuk ada tujuh kelompok,” ujar Sekretaris DKPP Batola, Nor Ria Khairatie, Jum’at (12/07/2024).
Menurut dia, ketujuh kelompok tersebut tersebar di Kecamatan Bakumpai, Tabunganen dan Marabahan.
“Untuk bahan baku krupuknya ada berupa , Ikam Sanggang, Ikan Gabus dan Undang,” ungkapnya.
Sedangkan pengolahan ikan asin atau ikan kering, sebut dia, tersebar di daerah pesisir seperti, di Desa Kuala Lupak, Kecamatan Tabunganen.
“Untuk meningkatkan produk-produk unggulan kami, DKPP Batola mengikutsertakan ke pameran atau expo,” terangnya.
Sementara itu, Susilasari, Pengelola Produksi Perikanan Tangkap DKPP Batola menambahkan, untuk Bidang Perikanan Tangkap pihaknya membina Poklahsar, khususnya krupuk ikan yang ada di Kecamatan Bakumpai, Tabunganen dan Marabahan.
“Pembinaan kami lakukan diantaranya, membantu membuat serifikasi kelayakan pengolahan (SKP) sebagai syarat produk, sehingga produknya itu bisa diterima masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, DKPP Batola juga membantu dalam pembuatan halalisasi, PiRT maupun NIB.
Untuk pembinaan jedepannya, jelas dia DKPP Batola juga membantu memperbaiki unit pengolahan ikannya dan juga kemasan supaya bisa dipasarkan.
“Selain itu meningkatkan daya jual dan dipasarkan ke minimarket atau ke pasar modern,” tegasnya.
Kemudian, papar dia, dari semua produk UMKM DKPP Batola yang menjadi unggulan produk krupuk Ikan Haruan atau Gabus.(red)















