BANJARMASIN, teladankalimantan.com–Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalselteng di Banjarmasin menyatakan, ada tiga sektor yang memberikan kontribusi penerimaan perpajakan.
“Ketiga sektor itu berasal dari sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 34, 8 persen, kemudian sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 28, 3 persen dan sektor pengangkutan sebesar 13, 3 persen,” ujar Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalsel Syafriadi, saat Publikasi ALCo Regional Kalsel di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kalselteng di Banjarmasin, Senin (30/10/2023).
Kakanwil DJP Kalselteng Tarmizi mengatakan, target penerimaan oleh Jajaran Kanwil DJP Kalselteng direvisi agar mengejar pertumbuhan penerimaan pajak jauh lebih besar daripada pertumbuhan ekonomi.
“Dalam artian kinerja jajaran pajak menjadi lebih baik, maka target di Kalsel seharusnya Rp16, 3 triliun, dinaikkan menjadi Rp20,5 triliun atau pertumbuhannya sekitar 23 persen,” terangnya.
Tarmizi mengatakan, dari target APBN pihaknya sudah tercapai, karena sampai September 2023 terealisasi 99, 95 persen dan kondisi sekarang sudah 105 persen,” tambahnya.
Walapun demikian, sambung dia, jajarannya tidak berdiam diri, karena target ditinggikan sendiri.
Lebih lanjut dia mengemukakan, pihaknya berusaha untuk mengisi Pundi Negara, agar Daya Apung dari pajak lebih baik.
Secara kumulatif, sebut dia, seluruh sektor utama tumbuh positif kecuali sektor Pertanian, Kehutanan dan perikanan serta sektor konstruksi.
“Pertumbuhan tertinggi pada sektor pengangkutan dan pergudangan, tumbuh 74,10 persen dibandingkan tahun lalu,” demikian tutupnya. (red/ton)














