MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala (Disdik Batola), Lulut Widiyanto Putro mengatakan, untuk menunjang dan mendukung program makan gratis bagi anak sekolah dari program pemerintah, saat Disdik Batola telah melakukan pendataaan siswa.
“Untuk murid PAUD terdata ada 10.426 orang, untuk murid SD ada 28.019 orang, siswa SMP ada 8.865 orang, PKBM 1.410 orang dan SKB ada 419 orang,” ujar Lulut Widiyanto Putro, ketika ditemui diruangkerjanya, Senin (13/01/2025).
Sedangkan jumlah sekolahnya, sebut dia, untuk PAUD ada 408, SD ada 274, SMP 62, PKBM ada 10 dan SKB satu.
“Semuanya itu kita baru dalam tahapan pendataan siswa, kita berkoordinasi juga dengan Kodim dan Polres,” ungkapnya.
Dalam perjalanannya, jelas dia, Diknas Batola masih menunggu Juknis karena menurut panduan pihaknya terima akan mendapatkan data dari pemerintah pusat.
“Data itu nanti akan kita verifikasi apakah itu memang betul-betul siswa kita. Kalau sudah verfikasi tepat langkah selanjutnya menunggu informasi atau penjelasan dari yang terkait, karena ini sudah ada Badan Gizi Nasional dan sebagainya yang menangani, termasuk Dinas Kesehatan,” terangnya.
Untuk memperjelas bagaimana proses penganggaran atau distribusi dan kerjasama penyediaan makanannya nanti, papar dia, pihaknya bersama Komisi II DPRD Batola akan melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang.
“Pada tanggal 16 Januari 2025 akan melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Kota Semarang di sana sudah melaksanakan dan piloting juga sudah jalan,” tegasnya.
Sementara untuk Kalimantan Selatan (Kalsel), lanjut dia, pilotingnya di Kota Banjarmasin dan Batola masih belum, sehingga nanti DPRD Batola bisa mengambil sikap untuk penyediaan anggaran kalau memang harus daerah menyediakan anggaran.
“Apakah itu nantinya untuk pendamping atau dana semuanya dari daerah kita belum tahu, sehingga DPRD Batola punya gambaran jumlah siswa kita seperti ini dengan kondisi geografis kita seperti ini nanti bisa mengambil langkah-langkah strategis agar tepat sasaran dan efisien,” demikian tandas Lulut.(red)














