MARABAHAN, teladankalimantan.com-
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel) melalui Bidang Perkebunan memberikankan pembinaan terhadap pengendalian organisme pengganggu tanaman karet, khususnya penyakit Jamur Akar Putih (JAP) kepada petani karet Kelompok Tani Mekar Sari, di Desa Roham Raya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kamis ( 22/08/2024).
Kepala Disbunak Kalsel, Hj Suparmi melalui Kepala Seksi Produksi, Intensifikasi dan Proteksi Tanaman Perkebunan mengharapkan, kepada para pekebun karet dapat melindungi tanaman karet mereka dari serangan JAP dengan metode pengendalian hayati ramah lingkungan guna mendukung keberlanjutan perkebunan.
“Pengelolaan penyakit akar putih pada tanaman karet merupakan tantangan serius bagi petani,” ujarnya.
Menurut dia, dampaknya bisa menurunkan 30 sampai 40 persen produksi dan penurunan kesejahteraan pekebun.
Diterangkannya, JAP dapat dikendalikan dengan prinsip pengelolaan penyakit terpadu mulai dari pengolahan lahan yang baik, pemilihan varietas toleran penyakit, kultur teknis dan penggunaan pupuk organik diperkaya dengan APH Agensi Pengendali Hayati (APH).
Upaya intensif tersebut, jelas dia, telah berhasil menekan penyebaran JAP melalui penerapan jamur antagonis Trichoderma SP secara berkelanjutan.(red/ril)














