BANJARMASIN,teladankalimantan.com-
Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala (Dinkes Batola) akan mendorong puskesmas se-Kabupaten Batola untuk meningkatkan pendapatan dari pelayanan pasien BPJS Kesehatan.
“Kita akan mendorong puskesmas agar bekerja, berkolaborasi, berdaya saing untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batola, Sugimin, di Banjarmasin, Jum’at (17/01/2025).
Menurut dia, pada bulan Februari 2025 semua puskesmas se-Batola akan diberikan raport.
“Ada raport baik, raport cukup dan raport kurang supaya mereka bersaing. Jadi tidak bisa seenaknya, dengan cara-cara seperti ini kita meningkatkan bagaimana melayani kesehatan di masyarakat,” tegas Sugimin.
Dia berharap, di tahun 2025 puskesmas mencapai layanan BPJS Kesehatan 100 persen tidak 61 persen saja tapi di atas 80 persen.
“Kalau di Desember 61 persen pusekesmas bisa mencapai latan BPJS Kesehatan 100 persen. 2025 m8n8nal saya targetkan 80 persen puskesmas di Batola bisa mencapai layanan BPJS Kesehatan 100 persen,” harapnya.
Sementara, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Batola, Heny menegaskan, 100 persen itu adalah, kapitasi atau biaya BPJS Kesehatan bayarkan ke puskesmas setiap bulan.
“Pasien sakit atau tidak sakit itu kita bayarkan kapitasinya ke puskesmas. Berapa jumlah peserta BPJS Kesehatan terdaftar di puskesmas kita bayarkan,” tandasnya.
Artinya, jelas dia, kalau puskesmas bisa mendapatkan 100 persen, kenapa harus 90 persen dan 95 persen.
“Seperti kata kadis tadi uang yang ada di depan mata ambil dan jangan itu dibiarkan dengan tidak mrngoptimalkan kinerja mereka,” kata Heny.
Oleh sebab itu, tambah dia, kepala dinas mendorong puskesmas untuk segera mengoptimalkan kapitasi berbasis kinerja (KBK) supaya pendapatan di puskesmas lebih optimal, sehingga bisa mengurangi beban anggaran di Pemkab Batola.(red)














