MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala (Kadinkes Batola), Sugimin mengatakan, Dinkes Batola menginginkan selambat-lambatnya Tahun 2029 Kabupaten Batola mendapatkan kategori kabupaten sehat.
“Syarat untuk mendapatjan kategori kabupaten sehat sanitasi jambannya harus 75 persen,” ujar Sugimin, di Marabahan, Selasa (15/04/2025).
Menurut dia, posisi Kabupaten Batola saat ini baru mencapai 56 persen dan ring jauh tersebut harus didongkrak dengan inovasi.
“Maka melalui program Semangat Baja atau semua masyarakat sehat bangun jamban merupakan program pemberdayaan masyarakat dari Dinas Kesehatan Batola,” ucap pria ramah ini.
Diutarakannya, program Semangat Baja tersebut, Dinkes Batola membuat peraturan bupati agar desa-desa tidak membuang air besar sembarangan.
“Saat ini di Kabupaten Batola desa sudah bebas baru 43, jadi masih ada sisa sekitar 150 desa belum Semangat Baja,” terang Sugimin
Dia mengemukakan, dalam hal tersebut pihaknya berusaha melakukan lobi-lobi ke perusahaan swasta.
“Salah satunya PT Adaro kami minta agar mau membantu Program Semangat Baja,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, kalau hanya membantu jamban, masyarakat tidak mau memakai.
“Ini programnya kita melatih desa membangun jamban dan membangunnya nanti mereka, sehingga program ini diterima masyarakat,” tandasnya.
Artinya, sambung dia, yang bangun mereka dan pihaknya hanta nembantu stimulan.
“Alhamdullillah tahun 2025 PT Adaro membantu Rp75 juta untuk Program Semangat Baja. Uang tersebut kalau dibangunkan jamban sekitar 15 buah. Tapi melalui Program Semangat Baja jadinya bisa mencapai 66 buah,” kata Sugimin.
Dengan adanya bantuan PT Adaro, sambung Kadinkes Batola, pihaknya akan menambah dua desa menjadi desa bebas buang air besar sembarang.(red)














