Teladankalimantan.com – Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh mertua terhadap menantu yang tengah hamil, saat ini tengah menjadi perbincangan publik. Peristiwa mertua bunuh menantu itu terjadi di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur.
Mirisnya, sang mertua yang melakukan pembunuhan dengan cara sadis yaitu menyakiti sang menantu di sekitar lehernya dengan bantuan pisau dapur, hingga sang menantu pun tewas dan bahkan janin dalam kandungannya pun ikut menjadi korban.
Dikutip dari kanal YouTube Investigasi TvOne, Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Achmad Doni mengungkapkan, pelaku pembunuhan yang merupakan mertua korban itu memiliki bernama Khoiri, berusia 53 tahun, warga Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Sedangkan korban adalah Fitria Almuniroh Hafidloh Diyanah (23).
“Peristiwa ini terjadi di dalam kamar korban pada Selasa 31 Oktober 2023 sore, pukul 16.00 WIB,” kata AKP Achmad Doni, Rabu (1/11/2023).
“Pelaku telah kita amankan,” ujarnya.
Kapolsek Purwodadi, AKP Pujianto mengatakan Khoiri memasuki kamar korban dan langsung melakukan pembunuhan.
“Pelaku menggunakan sebilah pisau dapur. Pelaku membunuh korban dengan cara menggorok leher korban tepat pada pukul 16.30 WIB, dalam kondisi hamil 7 bulan,” kata AKP Pujianto.
Pada saat kejadian, suami korban, Sueb (31) yang merupakan anak pelaku, sedang training kerja. Kebetulan Sueb belum kerja sejak menikah dan dia baru saja mendapat kerja.
Sueb yang baru pulang awalnya curiga karena pintu rumah tidak dikunci. Dia juga sempat mengintip di jendela.
Ketika itu Sueb melihat bapaknya sedang duduk di dalam rumah. Begitu masuk ke rumah dan melihat ke kamar, dia pun langsung berteriak histeris ketika menemukan istrinya yang tengah hamil 7 bulan sudah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.
Korban sendiri sempat dilarikan ke Puskesmas Purwodadi, nahas nyawa korban justru tak tertolong akibat luka di leher dan telah mengeluarkan banyak darah dalam waktu yang cukup lama.
Khori kemudian sempat berlari ke salah satu rumah milik tetangganya dan bersembunyi di salah satu kamar rumah milik warga serta mengunci diri dari dalam.
Menurut keterangan warga, anggota keluarga tersebut hidup rukun dan baik.
“Mertuanya baik, menantunya baik, suaminya baik. Nggak ada masalah. Ya mungkin ada setan lewat atau gimana,” kata, salah satu tetangga korban.
Sementara itu, motif Khoiri menghabisi nyawa menantunya masih dalam dugaan, yakni diduga karena korban menolak saat diajak berbuat tak senonoh.
Kecurigaan itu mencuat karena mayat korban ditemukan di dalam kamar dalam kondisi daster tersingkap. Spekulasi itu juga dikaitkan dengan status pelaku sebagai duda akibat istrinya meninggal beberapa tahun lalu. (han)














