MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Desa Banyiur, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola) merupakan salah satu sentral desa pembuat atap dari daun rumbia atau lebih dikenal atap rumbia.
Yang cukup menariknya warga pembuat atap rumbia di desa tersebut masih satu kekerabatan keluarga.
“Saya membuat (mahambit) atap rumbia sejak masih remaja hingga beranak cucu,” ujar Nenek Niah, warga RT 02, Desa Banyiur, Kecamatan Anjir Pasar, Kamis (11/07/2024).
Menurut dia, atap rumbia jaman dahulu digunakan sebagai atap rumah bagi warga, namun seiring perkembangan jaman sudah jarang digunakan warga karena ada atap alternatif lainnya.
“Yang biasanya membeli atap rumbia kesini para pengusaha peternak ayam untuk membuat atap kandang ayam mereka,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, dalam satu hari kemampuannya membuat atap rumbia, rata-rata sekitar 35 bidang.
“Harga kami jual disini satu bidang atap rumbia Rp1.900. Biasanya pembeli memesan minimal seribu bidang,” ucapnya.
Dari hasil penjualan atap rumbia, papar dia, cukup menambah biaya hidup sehari-hari keluarga mereka.
“Kami bersyukur selain bertani menjadi sumber penghasilan keluarga. Membuat atap rumbia menjadi tambahan pendapatan bagi keluarga dalam mencukupi kebutuhan hidup,” terang nenek empat anak in seraya tersenyumi.
Sementara, Jamal Mirdad, warga RT 02, Desa Banyiur, Kecamatan Anjir Pasar mengaku, awal bisa membuat atap rumbia belajar dari mertuanya.
“Dari mertua saya bisa membuat atap rumbia. Sehari bisa membuat sekitar 30 bidang,” ungkapnya didampingi mertua, Nordiana.
Menurut dia, pembeli atau pemesan atap rumbia biasanya dstang dari para peternak ayam berdomisili di sekitaran Kabupaten Batola.
“Dari hasil penjualan atap rumbia ini lumayan untuk menambah ongkos belanja keluarga,” tutupnya.(red)














