BANJARMASIN,teladankalimantan.com-
Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan (DAD Kalsel) menyayangkan sikap arogan oknum Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan (Kadisdik Kalsel) terhadap salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
“Saya selaku Dewan Adat Dayak Kalsel sangat menyayangkan sikap arogan oknum Kadisdik Kalsel tersebut main ancam,” ujar Ketua DAD Kalsel, Abdul Kadir, Selasa (17/09/2024).
Menurut dia, Kalsel saat ini sangat aman dan damai jangan sampai terpancing emosi karena perbuatan oknum sok jagoan.
“Kalau ada permasalahan bisa diselesaikan cara damai, bukan main ancam,” tegasnya.
Apalagi menjabat sebagai Kadisdik Kalsel, jelas dia, tentunya harus bijak dalam menyikapi masalah.
“Kami berharap ini bisa diselesaikan dengan damai atau sesuai adat berlaku di Kalsel agar dikemudian hari tidak ada masalah lagi,” pinta Wakil Ketua Pengurus Daerah Pemuda Panca Marga Kalimantan Selatan (PD PPM Kalsel).
Mengingat, sambung dia, Kalsel dan daerah lain sedang menghadapi Pemilu kepada daerah serentak.
“Kami minta Pemilu 2024 aman dan damai,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kelompok Pemerhati Kinerja Pemerintah dan Parlemen (KPK-APP) Kalsel, H Aliansyah (47) datang ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polda Kalsel dan dilanjutkan ke Ditkrimum setempat guna meminta perlindungan diri atas keselamatannya dari ancaman seseorang, Selasa (10/9/2024) siang.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LSM KPK-APP Kalsel, H Aliansyah mengatakan, ancaman itu lewat telepon siang hari saat dirinya dari Martapura ke Sungai Tabuk.
“Ancaman itu juga keras sekali. Ikam handak kaya Jurkani kah (korban pembunuhan di Tambang Tanah Bumbu,red)”. Karena kalau ancam itu terjadi diri sudah melaporkan awal kejadian dan polisi harus bertindak siapa mengaku sebagai Madun tersebut,” ujar H Aliansyah.(red/ars)














