PALANGKA RAYA —Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul cuaca terik yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
BMKG mencatat, kondisi panas yang dirasakan masyarakat dipicu oleh menurunnya curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Hal ini menyebabkan atmosfer menjadi lebih kering dan suhu udara meningkat.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhammad Ihsan Sidiq, menjelaskan bahwa berkurangnya hujan berdampak langsung pada minimnya suplai uap air di udara.
“Akibatnya, tutupan awan berkurang sehingga radiasi matahari langsung mengenai permukaan bumi dan suhu terasa lebih panas,” ujar Ihsan.
Ia menambahkan, kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup lama berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi tersebut dan mengambil langkah pencegahan sedini mungkin. Beberapa upaya yang disarankan antara lain memperbanyak konsumsi air putih, membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, serta menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar rumah, serta menjaga kondisi tubuh. Zal














