JAKARTA,Teladankalimantan.com-Bupati Barito Kuala (Batola) H Bahrul Ilmi menekankan, pentingnya akurasi data dan kesesuaian lapangan dalam penyusunan kebijakan daerah.
”Kita menginginkan keberhasilan menyusun dan turun ke lapangan melihat situasi kondisi di berbagai sektor. Kita lihat potensi-potensi yang baik, sehingga kita bisa memutuskan bagaimana menjalankan roda pemerintahan berdasarkan landasan terukur sesuai aturan perundang-undangan,” ujarnya, saat membuka kegiatan Soft Launching aplikasi E-Retribusi serta Evaluasi dan Pembahasan Rancangan Perubahan Kedua Perda No. 01/2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, di Jakarta, Jum’at (30/01/2026).
Dia mengajak, seluruh jajaran untuk turun langsung melihat potensi di berbagai sektor agar roda pemerintahan berjalan di atas landasan hukum.
Dalam kesempatan itu, H Bahrul Ilmi juga mengingatkan, setiap tindakan harus memiliki dasar hukum yang jelas.
“Tanpa landasan hukum yang kuat, pemerintah tidak dapat melakukan pemungutan secara maksimal,” ucapnya.
Bupati berharap, dengan adanya aturan yang terus dievaluasi dan penggunaan aplikasi E-Retribusi, maka dapat meningkatkan pendapatan daerah.
Penerapan aplikasi E-Retribusi ini nanti, harap dia, mampu menciptakan sistem pemungutan lebih transparan, akuntabel dan efisien, sekaligus mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya demi pembangunan Batola lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut Pemkab Batola sekaligus mengevaluasi usulan revisi Perda Pajak dan Retribusi Daerah ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Batola Herman Susilo, Sekretaris Daerah H Zulkipli Yadi Noor, Perwakilan Bank Kalsel, para Asisten Sekretariat Daerah, Kepala Badan serta Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batola.(red/diskominfo batola)

























