MARABAHAN, teladankalimantan.com — Bupati Barito Kuala (Batola), DR H Bahrul Ilmi, turun langsung meninjau lokasi persoalan tapal batas antara Kabupaten Batola dan Kabupaten Kapuas. Peninjauan ini dilakukan di wilayah Desa Handil Banama dan Desa Karya Jadi, Kecamatan Tabukan, Rabu (6/8/2025).
“Permasalahan tapal batas ini memang harus dijawab dengan turun ke lapangan, tidak bisa hanya sebatas melihat dokumen di atas meja,” tegas Bahrul Ilmi.
Pemerintah Kabupaten Batola menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan persoalan ini.
Bupati didampingi sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak), Kesbangpol, serta Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batola.
Kehadiran Anggota DPRD Batola, Budiman, juga turut memperkuat dukungan terhadap hak warga atas kepemilikan lahan.
Bupati juga menyoroti persoalan lahan warga yang masuk dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan. Ia menyatakan bahwa pihak perusahaan dan warga akan difasilitasi untuk duduk bersama mencari solusi terbaik, agar tidak ada pihak yang dirugikan.
“Kita ingin perjuangkan kepastian hak warga Batola,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi Tim Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan, serta pejabat bidang organisasi.
Diketahui, polemik tapal batas antara Kabupaten Batola dan Kapuas mencuat akibat adanya pelepasan HGU di kawasan tersebut. (red)














