PELAIHARI, teladankalimantan.com- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tanah Laut memperkenalkan dua buah buku berjudul Balaki Muntung dan Tionghoa Banjar, Rabu (1/11/2023).
Kedua buku tersebut sangat kental dengan kebudayaan dan sejarah Banjar, seperti buku Balaki Muntung berisi beragam peribahasa dalam bahasa Banjar dan buku Tionghoa Banjar menceritakan sejarah keberadaan etnis Tionghoa di Kalimantan Selatan, termasuk di Tanah Laut.
Pengenalan buku-buku tersebut melibatkan langsung penulisnya seperti Noorhalis Majid dengan bukunya Balaki Muntung.
Sementara buku Tionghoa Banjar, selain Noorhalis Majid juga turut menjadi satu diantara 10 penulisnya.
Kemudian, hadir pula salah seorang penulis lainnya yang juga sebagai Dosen FKIP Sejarah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Mansyur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispusip Tanah Laut Suharyo berharap, kehadiran langsung para penulis dapat memberikan pemahaman sekaligus pengetahuan baru khususnya kepada para peserta yang berhadir.
“Ilmu pengetahuan itu sangatlah berharga. Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya dengan mendengarkan sekaligus berdiskusi seputar buku-buku ini kepada para penulis,” ucap Suharyo menandai dimulainya acara diskusi tentang kedua buku ini yang bertempat di Dispusip Tanah Laut.
Diskusi buku-buku tersebut juga melibatkan Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalsel, serta AMBIN DEMOKRASI. (ton/red)














