Muara Teweh – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah, M. Zainal, menegaskan pentingnya menjaga soliditas di tubuh organisasi saat membuka Konferensi XI PWI Barito Utara di Aula PWI Kalteng, Senin (3/11).
Ia mengingatkan bahwa dinamika dalam konferensi merupakan hal wajar, namun tidak boleh mengganggu semangat persaudaraan antarwartawan.
Zainal menuturkan bahwa konferensi kabupaten/kota merupakan amanah organisasi yang wajib dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Ia mengungkapkan, PWI Provinsi sudah dua kali mengajukan perpanjangan masa jabatan pengurus menjadi lima tahun, namun hingga kini belum mendapat persetujuan dari pusat.
Dalam sambutannya, ia juga menyinggung sejarah hubungan PWI dengan pemerintah yang sudah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan. Hubungan tersebut, menurutnya, menjadi dasar pentingnya sinergi antara organisasi kewartawanan dan pemerintah daerah dalam memperkuat peran pers.
Zainal turut menyampaikan perkembangan terbaru bahwa dualisme kepengurusan PWI secara nasional telah berakhir setelah Kongres Persatuan di Cikarang, sehingga seluruh daerah kini kembali berada dalam satu barisan.
Terkait isu yang menyeret nama PWI di media sosial, ia menegaskan bahwa oknum M.H. yang viral bukan anggota aktif PWI. Meski yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya, proses organisasi tetap berjalan dan pencabutan kartu kompetensi akan diajukan ke pusat.
Zainal menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen PWI Kalteng untuk terus meningkatkan kualitas SDM wartawan, termasuk membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta pada 2026. Ia berharap kepengurusan baru PWI Barito Utara menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah agar program ke depan berjalan lancar. (red)














