MARABAHAN,teladankalimantan.com-Masrun, salah satu dari petani di Desa Terantang, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala(Batola) membudidayakan Laos atau dikenal lengkuas atau galangal merupakan salah satu bumbu dapur.
Baginya berkebun Laos merupakan pekerjaan sampingan, setelah pekerjaan utamanya menanam padi.
Dari pekerjaan sampingan membudidayakan Laos tersebut, ternyata memberikan pendapatan tambahan bagi keluargannya.
Budidaya Laos di Desa Terantang, tidak saja keluarganya menggeluti usaha sampingan tersebut, namun mayoritas penduduk di Desa Terantang juga membudidayakan Laos.
“Setelah tiga sampai enam bulan ditanam kita sudah bisa panen dan pembelinya biasanya datang langsung ke sini,” ujar ayah tujuh anak ini, ketika ditemui di rumahnya, Selasa (20/02/2024) sore.
Menurut Ketua RW 04 ini, harga per kilo Laos dijual kepada pembeli Rp8 ribu di tempatnya.
“Kalau sudah dibawa ke Pasar Hanyar Banjarmasin beda lagi harganya,” ungkapnya.
Dari hasil penjualan Laos miliknya itu, papar dia, sangat membantu prndapatan bagi keluarganya.
“Biasanya minimal saya jual lima kilogram sampai 10 kilogram setiap hari dan pembeli langsung datang ke sini,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, kalau dikumpulkan panen Laos di Desa Terantang bisa mencapai satu ton.(red)














