MARABAHAN,Teladankalimantan.com-Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) Herman Susiloi menegaskan, pemusnahan arsip merupakan bagian penting dari pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kearsipan.
Menurut dia, proses pemusnahan arsip harus melalui tahapan dan prosedur yang panjang serta sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemusnahan arsip ini bukan kegiatan yang sembarangan. Ada proses dan pengawasan yang harus kita jalani. Pemerintah daerah akan terus melakukan supervisi karena ini merupakan bagian dari perjalanan regulasi yang harus ditaati,” ujarnya, saat membuka secara resmi Pemusnahan Arsip di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Batola, di lantai II Kantor BPKAD setempat, Kamis (08/01/2026).
Herman Susilo juga mengapresiasi peningkatan kinerja kearsipan Kabupaten Batola mengalami kemajuan signifikan dari sebelumnya berada di peringkat provinsi hingga kini masuk peringkat nasional.
Diungkapkannya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para pengelola arsip.
“Saya pribadi menilai ini bukan semata kinerja pemerintah hari ini, tetapi kerja keras bapak dan ibu semua yang terlibat langsung. Arsip memang sering dianggap remeh, membosankan, bahkan kurang dihargai, padahal arsip adalah bagian vital dari administrasi pemerintahan,” katanya.
Ia menambahkan, arsip memiliki peran penting dalam pertanggungjawaban pemerintahan, oleh karena itu seluruh ASN di lingkungan Pemkab Batola diharapkan dapat memahami bahwa setiap pekerjaan harus didokumentasikan dan diarsipkan dengan baik.
“Kerja harus ditulis dan apa yang ditulis harus dikerjakan. Semua kegiatan harus memiliki arsip sebagai bukti administrasi. Ini menjadi edukasi penting bagi seluruh pegawai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wabup Batola menekankan, pentingnya keadilan dalam penilaian kinerja kearsipan antar-SKPD.
Dia menyatakan, SKPD yang aktif dan tertib dalam pengelolaan arsip layak mendapatkan penghargaan, sementara yang tidak patuh perlu diberikan pembinaan hingga sanksi sesuai ketentuan.(red/prokopim batola).















