MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Barito Kuala (BNNK Batola), Iskandar Adam mengajak, semua pihak untuk menguatkan komitmen dan keberanian melalui kesadaran tinggi untuk bergerak melawan kejahatan Narkoba.
“Berdasarkan perhitungan statistik kita akan mendapatkan Bonus Demografi di tahun 2045-2050, sehingga usia produktif kita banyak dan berdampak pada kuatnya ekonomi, pertahanan, keamanan dan lain-lain. Jangan sampai pada saat kita mendapatkan Bonus Demografi, generasi muda kita banyak kecanduan Narkoba, sehingga akan menjadi beban bagi Negara,” tuturnya, pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) dengan mengusung tema: Masyarakat Bergerak, Bersama Melawan Narkoba, Mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), di Aula Mufakat Marabahan, Rabu (26/06/2024).
Dia meyakini, perlawanan masyarakat Batola terhadap ancaman Narkoba akan membuahkan hasil nyata, karena karakter masyarakat Batola dikenal sangat tangguh dan pemberani yang tercermin dari simbol Raja Tumpang dan Telabang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kabupaten Batola.
“Tugas kita bersama adalah Bersatu, saling tolong menolong, bahu membahu, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Kalau kita bersama, sulit akan jadi mudah dan yang berat akan jadi ringan. Itulah kunci dari pemecahan masalah kita saat ini,” tandasnya.
Acara tersebut dilanjutkan dengan penyerahan SK Bersinar Kepada Desa Batik dan Desa Sungai Lirik Kecamatan Bakumpai.
Penyerahan Penggiat Anti Narkoba juga diberikan penghargaan kepada H Abdul Gani Madjedi, Mulyani dan Jamilah.
Selanjutnya apresiasi juga diberikan kepada pendukung program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) termasuk pihak swasta ikut berpartisipasi menggelorakan HANI Tahun 2024.(red/ril)














