BATOLA, teladankalimantan.com-Bupati Barito Kuala terpilih DR H Bahrul Ilmi SH MH mengajak seluruh kepala desa se Kabupaten Batola untuk turut mengawasi pembangunan di semua sektor khususnya pembangunan infrastruktur.
“Kita ketahui ada 117 kilometer jalan di Batola ini yang rusak. Ulun (saya) tanyakan 117 kilometer ini kalau kita kerjakan tiap tahun itu bisa tercapai berapa persen, PU menjawab hanya bisa terlaksana 30 persen. Kalau kita laksanakan 30 persen, tahun berikutnya 30 persen lagi begitu pula tahun berikutnya. Baru menjelang 30 persen sudah hancur yang 30 persen pertama, belum lagi tahun berikutnya. Jadi kita berulang2 memperbaiki itu saja, karena kita tidak bisa membangun jalan 90 persen setiap tahunnya karena hancur di sini, dan hancur lagi di sini,” kata H Bahrul Ilmi saat acara silaturahmi Bupati Barito Kuala (Batola) terpilih 2024, dan Ketua TP PKK Batola, Hj Nurhayati bersama kepala desa se- Batola, di rumah kediamannya Desa Tabunganen, Sabtu (01/02/2025).

Menurut H Bahrul Ilmi, faktor terbatasnya anggaran menjadi alasan utama mengapa sulitnya realisasi perbaikan jalan yang selama ini terjadi.
Untuk itu, dirinya mengajak semua kades turut mengawasi semua sektor pembangunan dari jalan, supaya tahun ini dibuat, tahun depan tidak hancur lagi, artinya tidak ada lagi perbaikan melainkan membangun jalan untuk jangka panjang, sehingga jalan di Batola baik itu jalan kabupaten, provinsi, desa, dan pertanian bertambah dan bisa digarap.
“Dengan apa? yakni dengan meningkatkan ekonomi mencari potensi2 pemasukan bagi daerah dengan pendapatan2 dari luar dan tidak hanya mengandalkan APBD,” imbuhnya.
Salah satunya adalah pemberdayaan Badan Usaha Desa atau Bumdes. Bagaimana ke depan Bumdes ini digalakkan sesuai dengan peraturan dan tatanan regulasi yang bagus, sehingga bisa membuahkan hasil.
“Selama ini kita tidak punya kekuatan, hanya ada kekuatan kepentingan saja. Saya ingin mengajak semuanya untuk membangun kekuatan bersama,” ucapnya.
Contoh seperti angkutan sawit yang dikelola oleh swasta, dirinya menginginkan angkutan ini dikekola oleh Bumdes yang bekerjasama dengan pihak perusahaan, sehingga ada pemasukan bagi Bumdes.
H Bahrul menambahkan, masih banyak lagi sektor yang perlu digali untuk meningkatkan pendapatan tersebut seperti potensi tambat kapal tongkang, tinggal kesepakatan semua stakeholder, terpenting lagi ada payung hukum, otamatis PAD bisa meningkat dan bisa menjadi solusi jalan keluar perbaikan jalan-jalan yang rusak di Kabupaten Batola.

Diketahui acara silaturahmi tersebut dihadiri 190 an kepala desa dari 17 kecamatan di Batola. Acara juga diisi dengan dialog bupati batola dengan para kades.
Acara turut dihadiri Wabup Batola terpilih Herman Susilo dan staf khusus yakni H Yudi, staf khusus bidang komunikasi publik, Noorifansyah, staf khusus bidang ekonomi dan investasi, H Muhran, staf khusus bidang perencanaan pembangunan, Alfredo Risalno, staf khusus bidang hukum, dan Ahmad Safari Ramadani, staf khusus bidang politik dan pemerintahan. (red)














