KUALA KAPUAS, teladankalimantan.com– Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Iswahyudi Wibowo, SH,MH mengajak media untuk turut serta memberi peran dalam menyajikan informasi kepada masyarakat luas terkait hal-hal yang boleh dan hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan tahapan Pemilu khususnya pada tahapan yang dianggap paling rawan terhadap pelanggaran yaitu tahapan masa kampanye. Hal tersebut Ia sampaikan dalam acara coffee morning dengan puluhan awak media Jum’at pagi (20/10).
Dalam kesempatan tersebut Iswahyudi didampingi Koordinator Devisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Ana Rahimah dan Koordinator Devisi Pencegahan, Peran Masyarakat dan Humas Peppy Lestari menyampaikan potensi pelanggaran dan tindakan atau langkah-langkah Bawaslu Kabupaten Kapuas dalam pencegahannya.
“Beranjak dari pengalaman sebelumnya, Bawaslu akan memperketat pengasan di beberapa titik yang dianggap rentan pelanggaran seperti di beberapa desa di Kapuas Murung dan Dadahup. Karena tidak menutup kemungkinan pelanggaran tersebut akan terulang,” terang Rahimah.
Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan ke beberapa daerah yang pada Pemilu sebelumnya terbukti adanya pelanggaran yang mengakibatkan PSU (Pemungutan Suara Ulang).
“Kita juga telah menyurati partai politik peserta pemilu terkait keharusan yang harus dipatuhi dan dipenuhi jika calon yang diusung terdapat aparatur pemerintah desa seperti ketua RT dan Ketua RW,” tambahnya.
Disamping itu Ia juga memaparkan tentang tatacara Partai Politik dalam melakukan pergantian calon yang di ajukan termasuk batas waktu parpol dalam melakukan pergantian calon jika diantara yang telah diajukan tersebut ada yang meninggal dunia.
Pentingnya pengawasan dan upaya pencegahan tersebut dimaksudkan.agar jangan sampai ada pihak yang karena ketidaktahuan harus berhadapan dengan aturan dan hukum karena pelanggaran itu selain sanksinya bersifat administratif ada juga pelanggaran yang diancam dengan sanksi pidana.
“Di samping itu, kita menginginkan penyelenggaraan pemilu 2024 mendatang itu sukses sekaligus bersih dari berbagai pelanggaran dan kecurangan,” pungkas Iswahyudi. (nas)














