Muara Teweh – Upaya mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi di Aula Setda Lantai I, belum lama ini yang dipimpin Inspektur Daerah Rakhmat Muratni serta dihadiri unsur pemerintah daerah dan Forkopimda.
Wakil Bupati Barito Utara Felix SY Tingan menegaskan bahwa KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Ia menekankan bahwa pembangunan koperasi harus dirancang tidak hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi juga pusat penguatan UMKM dan ruang tumbuhnya ekonomi rakyat.
Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 menjadi landasan percepatan pembangunan gerai, gudang, dan fasilitas KDMP di seluruh wilayah. Pemerintah daerah pun memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.
Sekda Muhlis mengingatkan pentingnya integrasi data lahan dan sinergi antarinstansi. Menurutnya, ketepatan pendataan menjadi faktor kunci kelancaran pembangunan fisik koperasi yang sedang digulirkan secara nasional.
Inspektur Daerah Rakhmat Muratni menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 44 desa dan kelurahan yang telah menyatakan kesiapan lahan. Proses pemadanan data juga dilakukan bersama Kodim 1013/Muara Teweh untuk memastikan kesiapan lokasi di lapangan.
Setelah sesi arahan, para camat memaparkan kondisi lahan di wilayah masing-masing. Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap rakor ini dapat mempercepat penyusunan langkah operasional yang realistis serta memperkuat pondasi ekonomi desa melalui kehadiran KDMP. (red)














