MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI), Surtawijaya mengatakan, satu-satunya organisasi mendukung berdirinya Ibukota Nusantara (IKN) adalah APDESI.

“Mendukung IKN besar-besaran saya bawa 15 ribu kepala desa ke IKN,” ujar Ketua Umum DPP APDESI, Surtawijaya, saat memberikan sambutan di acara pelantikan DPD APDESI Kalsel dan tujuh DPC APDESI se-Kalsel, di Gedung Pawon Telogo Handil Bakti, Batola, Rabu (17/04/2024).
Dan hadir pada saat itu, sebut dia, Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri dan beliau adalah, Ketua Dewan Pembina APDESI.
“Kenapa APDESI mendukung IKN? Karena saya fikir itu lah sebuah pemerataan pembangunan untuk Indonesia. Ini penting,” tegasnya.
Oleh karena itu, ungkap dia, dirinya amanatkan kepada kepala desa se-Kalimantan tingkatkan sumber daya manusia yang ada di pedesaan-pedesaan.

“Saya tadi sempat sama pa Bahrul Ilmi, saya bilang cepat lambat saya punya keyakinan crpat atau lambat presiden kedepan entah kapan yakin dari orang putra Kalimantan. Kenapa karena ibukotanya ada di Kalimantan,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, setelah sekian waktu dirinya keliling Indonesia, baik dari Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan sampai Aceh, Papua.
“Ada beberapa hal ketika dirinya turun saya bilang banyak petani sawit sebagai buruh tani. Akhirnya saya minta bantuan kepada Ketua Badan Penasehat kita bapak Binsar Panjaitan ada plasma 25 persen harus dikembalikan ke masyarakat,” tegasnya.
Akhirnya, sambung dia, pihaknya undang bupati, walikota se-Indonesia di Hotel Mercure dan hampir 200 walikota dan bupati hadir, maka saat itu pa Luhut Binsar Panjaitan mendukung plasma 25 persen harus dikembalikan pada rakyat setempat.
“Kenapa demikian? Karena saya lihat petani sawit sebagai buruh tani,” jelasnya.
Kemudian, terang dia, kita tahu ketika petani dikatakan makmur ketika dia memiliki lahan satu sampai dua hektar.
“Alhamdullilah salah satu daerah sudah berjalan di Kabupaten Seruyan, Kalteng,” tegasnya.(red)














