BANJARMASIN, Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan (Kalsel) terdiri dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Borneo Lestari, UIN Antasari, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), STIMIK Banjarmasin dan Universitas Sari Mulia mengelar demo damai ke DPRD Kalsel, Senin (09/09/2024).
Aksi dilakukan puluhan Aliansi Mahasiswa Kalsel tersebut bertepatan dengan prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan DPRD Kalsel masa jabatan 2034-2029, di gedung DPRD Kalsel.
Perwakilan Aliansi Mahasiswa Kalsel, Ahmad RyanTryantama mengatakan, tuntutan dari Aliansi Mahasiswa Kalsel ada beberapa point, pertama membawakan fakta integritas yang mana fakta integritas itu nantinya ditandatangani oleh seluruh anggota DPRD Kalsel dilantik masa jabatan 2024-2029.
“Di fakta integritas itu kami harap bisa menandangani dan berkomitmen nantinya ketika suara-suara mahasiswa, suara-suara rakyat yang akan dikawal selama lima tahun akan datang bisa dipertanggungjawabkan melalui fakta integritas yang sudah ditandatangani,” ujar Ahmad RyanTryantama, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
Menurut dia, pihaknya juga meengawal kasus-kasus yang saat ini sedang viral yakni, kasus Kepala Dinas Pendidikan Kalsel.
“Yang mana hal itu sudah mencoreng pendidikan kita, khususnya di Kalsel,” ucapnya.
Selanjutnya, sebut dia, Aliansi Mahasiswa Kalsel juga mengawal Undang-Undang yang mampet atau tersendat, dimana Undang-Undang tersendat tersebut adalah Undang-Undang merestantifkan rakyat atau masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut dia dia berharap, seluruh anggota DPRD Kalsel baru dilantik turun ke bawah langsung bertemu masyarakat dan mahasiswa di jalan menandatangani fakta integritas yang sudah pihaknya buat.(red)














