MARABAHAN,teladankalimantan.com-Sebanyak 64 tim dayung perahu tradisional meramaikan kejuaraan lomba dayung se-Kabupaten Barito Kuala (Batola), di Sungai Alalak, Kecamatan Alalak, Minggu (01/09/2024).
Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Lomba Dayung Tradisional se-Kabupaten Batola, Muhammad Haikal mengatakan, sebanyak 64 tim mengikuti lomba dayung tradisional se-Kabupaten Batola.
Menurut dia, peserta mengikuti lomba tersebut tidak saja datang dari Kabupaten Batola seperti, Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Alalak.
Namun, kata dia, juga datang dari Kabupaten Banjar seperti, Desa Aluh, Desa Kuduk, Lok Baintan Desa Sungai Asam dan Desa Banyiur.
Tujuan dari kegiatan tersebut, sebut dia, untuk meneriahkan Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia.
“Insya Allah kalau dipercaya sebagai panitia lagi siap melaksanakan lomba tersebut setiap tahunnya,” tegasnya.
Untuk acara tersebut, papar dia, disponsori oleh salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Batola, H Bahrul Ilmi.
“Para pemenang akan mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan
Selain itu, tambah Sekretaris Panitia Kejuaraan Lomba Dayung Tradisional se-Kabupaten Batola, M Saukani, untuk melestarikan kebudayaan sungai.
Terpisah, Salmani, dalah satu perserta dari Tim Kurnia Lok Baintan Desa Sungai Asam mengatakan, ada dua tim mengikuti kejuaraan lomba tersebut.
Dia berharap, kedepannya Tim Kurnia setiap mengikuti kejuaraaan lomba dayung selalu berhasil.
Sementara, salah satu tokoh masyarakat Batola, H Bahrul Ilmi mengungkapkan, rasa syukur telah melaksanakan acara masyarakat yang sudah kebiasaan pihaknya selenggarakan seperti di daerah-daerah lain.
“Kebetulan kita hari ini mengadakan di Kelurahan Berangas, Kecamatan Alalak. Yang mana acara lomba jukung ini sering kita lakukan, namun waktunya sudah lama sekali,” ungkapnya.
Marwah ini, terang dia, akan pihaknya tingkatkan lagi karena olahraga lomba perahu tradisional tersebut merupakan salah satu kebanggaan masyarakat.
“Untuk itu harus kita dikembangkan terus agar jangan sampai punah karena di Palau Alalak sejak jaman dulu tempat pembuatan Jukung (perahu tradisional). Jadi inilah ketrampilan atau budaya-budaya Alalak yang harus kita kembangkan, khususnya di Kabupaten Batola,” tegas CEO PT Teladan Makmur Jaya.
Dia berharap, mudah-mudahan masyarakat di Kabupaten Batola bisa mengikuti perkembangan-perkembangan olahraga tersebut karena olahraga dayung tradisional salah satu kebanggan Kabupaten Batola.
“Melihat antusias masyarakat yang hadir banyak sekali, mungiin mereka mengingat-ingat masa lalu dan contohnya saya pribadi terulang dan teringat kenang-kengan masa muda ikut berdayung disini, sehingga membuat semangat dan rasa senang,” demikian tutup H Bahrul Ilmi.(red)














