Kuala Kapuas – Momentum bersejarah tercipta di Huma Betang Manggatang Utus ketika Kabupaten Kapuas sukses meraih penghargaan Rekor Dunia–Indonesia untuk kategori peserta didik terbanyak bermain kecapi dan melantunkan karungut. Lebih dari seribu pelajar tampil serempak, menciptakan pertunjukan budaya yang memukau.
Guyuran hujan tidak menyurutkan semangat para peserta. Setelah melalui proses hitung dan verifikasi, MURI menetapkan Kapuas sebagai pemegang rekor baru, yang langsung disambut sorak dan tepuk tangan.
Acara turut dihadiri Sekda Provinsi Kalteng mewakili Gubernur, Bupati Kapuas H. M. Wiyatno, Wakil Bupati, unsur kejaksaan, kepolisian, para pimpinan OPD, camat, damang, hingga tokoh pendidikan.
Kadis Pendidikan Suwarno Muriyat menyampaikan bahwa persiapan intens dilakukan selama dua bulan. Dari rencana awal 1.400 peserta, angka itu disesuaikan menjadi 1.000 peserta sesuai standar pencatatan MURI. Ia menegaskan kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali kecintaan terhadap seni Dayak.
Bupati Wiyatno menyebut pencapaian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri Dayak di Kapuas. Melalui kecapi dan karungut, nilai-nilai luhur dapat diwariskan kepada generasi muda.
Sementara dalam sambutan Gubernur Kalteng yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa pelestarian budaya lokal harus terus dilakukan agar generasi mendatang tidak kehilangan identitasnya. (nas)

























