MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Barito Kuala (Disperpusip Batola) dari tanggal 14 hingga 17 April 2025, merasa senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Perasaan saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini karena membuka wawasan lebih luas walaupun kelihatan sepele saja Membaca Nyaring sangat bermanfaat bagi guru-guru agar lebih memperhatkkan peserta didik supaya literasi lebih ditingkatkan lagi,” ujar Ahmadi Jaya, salah satu peserta Angkatan I Bimtek Membaca Nyaring, selepas mengikuti Bimtek, Senin (14/04/2025).
Guru SDN Sungai Gampa I berharap kegiatan Bimtek Membaxa Nyaring ke depan bisa dilaksanakan kembali karena memberikan manfaat bagi peserta.
Ditambahkan Novi Fitriani, Bimtek Membaca Nyaring membantu dan menarik karena jarang diadakan di Batola .
“Bimtek Perpustakaan jarang dilaksanakan, padahal sangat membantu memberikan ilmu-ilmu yang baru,” ungkap guru SDN Tabukan Raya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dari kegiatan tersebut bisa diterapkan di sekolah, baik kepada para guru maupun anak didik.
“Kita bisa berikan metode bagaimana membaca nyaring itu dan bagaimana nanti sekolah bisa memberikannya kepada anak didik,” tandas peserta Angkatan II Bimtek Membaca Nyaring.
Sementara, Hj Hariani, narasumber Angkatan II Bimtek Membaca Nyaring mengungkapkan, materi diberikan kepada peserta Bimtek Membaca Nyaring kali ini khusus untuk guru PAUD dan guru kelas II.
“Yang kami uraikan bagaimana langkah-langkah membaca nyaring, sehingga membaca nyaring itu menjadi kebiasaan di sekolah dan hal itu membuat anak mencintai akan buku,” tandasnya.
Selama ini, terang pustakawan ini, membaca nyaring mulai pudar, namun dengan adanya Bimtek Membaca Nyaring tersebut pihaknya bersyukur mulai ditumbuhkan lagi.
Terpisah, Budayawan Mukhlis Maman menambahkan, materi diberikan kepada peserta tidak hanya fokus membaca nyaring tapi lebih pada latar belakang.
“Latar belakang membaca dan menulis itu dikatakan literasi. Padahal literasi tidak hanya membaca dan menulis,” ungkapnya.
Literasi itu ada enam, sambung dia, jadi bagaimana kemampuan seseorang mengatasi permasalahan hidup, baik dengan membaca dan menulis msupun dengan digital saint dan sebagainya.
Kemudian, tambah dia, materi berikutnya menekankan pada literasi budaya, literasi ini agak sulit karena harus mengerti budaya tradisi di Kalimantan Selatan.
Kepala Disperpusip Batola, Hj Siti Aminah mengucapkan terimakasih kehadiran peserta dan nara sumber Bimtek Membaca Nyaring.(red)















