Teladankalimantan.com-Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia diwakili Direktur Pembinaan Haji (Dirbina) Arsyad Hidayat mengatakan tinggal beberapa hari lagi tepatnya tanggal 24 Mei Insya Allah kita akan memberangkatkan kloter pertama yang akan berangkat ke Arab Saudi.
“Tinggal beberapa hari lagi pemberangkatan jemaah haji, kepada seluruh embarkasi baik yang sudah dilantik maupun yang belum dilantik agar bisa bekerja sama, berkolaborasi dalam rangka mendukung suksesnya pelayanan haji khususnya di embarkasi Makassar,” ujarnya.
“Dalam penyelenggaraan haji tidak ada yang lebih penting dan Kementerian Agama tidak bisa bekerja sendiri dan bisa berjalan lancar tanpa dukungan dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Kepolisian, Angkasa Pura, Bea Cukai, danmaskapai penerbangan garuda,” tambah Arsyad.
“Saya kira seluruh pihak yang terkait, stakeholder yang terkait bekerja sama menjadi sebuah tim dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 ini,” ucap Arsyad Hidayat pada saat pelantikkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Makassar Tahun 1444 H/2023 M, Senin (15/05/2023).
Disamping itu Arsyad Hidayat juga mengatakan tiga tantangan penyelenggaraan haji tahun 2023 ini, yang pertama jumalah kuota haji Indonesia setelah 2 tahun berturut turut tidak ada haji, kemudian tahun kemarin ada haji dan kita hanya mendapatkan kuota 46% tahun ini kita mendapatkan kuota normal 221.000 jemaah tentunya tantangan yang kita hadapi ditahun 2023 ini akan semakin berat.
Kedua, “Kedua pemerintah Arab Saudi ditahun 2023 ini tidak memberlakukan pembatasan umur, tahun 2022 kemarin kita mendapat 46% ada pembatasan umur, tahun 2023 tidak ada pembatasan umur artinya jemaah haji dua tahun tidak bisa pergi haji ditambah 2022 yang seharusnya pergi haji tapi ada pembatasan umur, sehingga saat ini kumpulnya jemaah lansia,” ujarnya.
“Berdasarkan data di siskohat ada sekitar 67.000 jamaah lansia yang akan diberangkatkan di tahun 2023 ini artinya lebih dari 30% jamaah haji yang berangkat ke Arab Saudi itu adalah lansia, saya kira ini tantangan yang cukup berat tapi akan kita hadapi di tahun 2023,” tambahnya.
Ketiga, “Operasional haji di tahun 2023 ini kita masih akan menghadapi musim panas di Arab Saudi tentunya berbeda dengan musim panas di Indonesia, di Arab Saudi musim panas sekali musim panas itu bisa mencapai 50 derajat,” ucapnya.
“Sehingga kalau di Indonesia kalau kita ada angin akan terasa sejuk ketika kita berkeringat, tapi kalau di Arab Saudi kita terkena angin akan terasa panas seperti terkena api,” tambahnya. (red)














