MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Senyak 200 peserta mengikuti Pendataan Perpustakaan se- Kabupaten Barito Kuala (Batola) digelar selama dua hari dari tanggal 16 hingga 17 Juli 2025, di Aula Dispusip Batola.
Pada tanggal 16 Juli 2025 peserta mengikuti Pendataan Perpustakaan se- Batola berjumlah 100 orang dari pengelola perpustakaan sekolah dasar (SD).
Sedangkan pada tanggal 17 Juli 2025 mengikuti Pendataan Perpustakaan se- Batola berjumlah 100 orang dari pengelola perpustakaan sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Barito Kuala (Dispusip Batola), Hj Raudatul mengatakan, jumlah peserta mengikuti kegiatan Pendataan Perpustakaan se- Batola sebanyak 200 orang berasal dari pengelola perpustakaan SD, SMP dan SMA.
“200 peserta tersebut dibagi dua kelompok masing-masing 100 peserta dengan hari berbeda yakni, Rabu (16/07) dan Kamis (17/07),” ujar Hj Raudatul Jannah, selepas kegiatan, Kamis (17/07/2025).
Menurut dia, melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap dapat memperoleh data valid dan terkini terkait kondisi perpustakaan-perpustakaan di satuan pendidikan, desa atau kelurahan, instansi maupun komunitas masyarakat.
“Perlu kami sampaikan hingga saat ini, dari 527 perpustakaan tersebar di wilayah Kabupaten Batola, baru 224 perpustakaan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP),” ucapnya.
Ini artinya, jelas dia, masih terdapat lebih dari separuh perpustakaan belum mendapatkan NPP dari perpustakaan nasional.
Namun demikian, ungkap dia, perpustakaan memiliki NPP pun masih menghadapi tantangan, salah satunya adalah belum terhubungnya user atau operator perpustakaan dengan akun dan data perpustakaan masing-masing.
“Kondisi ini tentu berdampak pada kelengkapan dan keterbaruan data serta menghambat pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan,” katanya.
Dia mengajak, seluruh tim pelaksana, petugas lapangan dan pihak-pihak terkait agar bekerja secara profesional, objektif dan menjunjung tinggi integritas dalam proses pendataan tersebut.
“Libatkan seluruh pemangku kepentingan, jalin komunikasi yang baik dan pastikan bahwa setiap perpustakaan kita kunjungi mendapat perhatian yang layak,” tegasnya.
Hj Raudatul Jannah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu layanan perpustakaan di daerah kita,” demikian tutupnya.(red)














