MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Pemangku Program Indonesia Pintar (PIP), Hj Rosiyanti MH Thamrin mengatakan, Tahun 2025 Kabupaten Barito Kuala (Batola) mendapatkan beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) sebanyak 12.824 orang pelajar.
“Hari ini adalah penyerahan beasiswa PIP kepada pelajar SD, SMP, SMA dan SMK. Kebetulan saya dari anggota DPR-RI Komisi X periode kemarin mendapatkan kouta 44 ribu,” ujar Hj Rosiyanti MH Thamrin, selepas menyerahkan secara simbolis beasiswa PIP kepada murid SDN Marabahan 3, Selasa (10/12/2024).

Menurut dia, dari 44 ribu beasiswa diberikan kepada pelajar di Kalsel, sebanyak 12.824 beasiswa diberikan kepada Kabupaten Batola.
“Saya berharap dengan bupati terpilih bisa melanjutkan program-program ini untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Batola,” ungkapnya.
Hj Rosiyanti MH Thamrin juga berharap, bupati terpilih sebelum dilantik melakukan roadshow ke 17 kecamatan untuk penyerahan beasiswa tersebut.
“Untuk setiap kecamatan nantinya penerimanya bisa diwakili dari SD, SMP, SMA dan SMK. Sebelum beliau dilantik beasiswa ini sudah terealisasi semuanya,” tandasnya.

Lebih lanjut putri daerah asal Kalsel ini mengemukakan, data beasiswa tersebut sudah ada, maka tidak mengambil lagi data yang lain karena kalau mengambil data lain harus melalui prosedur, melihat kemampuan orangtua.
“Dasarnya ini orangtua yang tidak mampu. Katena sesuai UUD No.31, wajib belajar itu adalah dari SD, SMP, SMA. Apabila pemerintan daerah maupun pusat, kabupaten/kota tidak melaksanakan itu berarti dia melanggar konstitusi,” tegas perempuan kelahiran Banjarmasin.
Terpilihnya H Bahrul Ilmi-Herman Susilo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batola, harap dia lagi, pertama sekali program menuntaskan anak-anak yang usia sekolah tidak mengecap pendidikan.
“Karena daerah bisa maju karena masyarakatnya pintar. Masyarakat pintar bisa meningkatkan ekonomi di kabupaten tersebut,” terang Komisaris Utama PT BPR Papua Mandiri Makmur.
Sementara, Calon Bupati Batola peraih suara tertinggi Pilkada 2024, H Bahrul Ilmi menegaskan, masalah pendidikan sangat penting karena pendidikan ujung tombak dalam kehidupan.
Dia berharap, selama kepemimpinannya nanti bidang pendidikan menjadi salah perhatian mereka, karena bidang pendidikan masuk dalam visi, misi pasangan H Bahrul Ilmi-Herman Susilo (BAIMAN).
Sekretaris Dinas Pendidikan Batola, Lulut Budianto mengungkapkan, brrdasarkan data dari provinsi anak tidak sekolah di Batola sebanyak 5.100 orang.
” Dari data evaluasi kami lakukan, kami undang dari desa-desa yang lebih banyak mengetahui tentang warganya yang tidak sekolah,” tandasnya.

Dari hasil pendataan awal lebih rinci lagi, papar dia, datanya sudah berkurang dari 5.100 orang menjadi sekitar 4.900.
“Artinya dara yang disampaikan itu ternyata dalam sistem macam-macam permasalahannya. Yang paling banyak NIK KTP-nya ganda,” demikian tegasnya.(red)





















